BAJU BARU LEBARAN

By Muhammad Bahauddin Amin

Anda yang berencana beli baju lebaran tahun ini, saya ajak baca tulisan singkat saya sejenak tentang Sayyidah Fatimah RA.

tulisan ini saya rangkum dari kajian dua orang guru saya yaitu ustad abdul somad dan ustad adi hidayat serta tulisan mas Ahmad Zain. saya tertarik menuliskan kembali karena cukup menyentuh dan menampar saya di kali pertama mendengar pembahasan ini. 

Perhatikanlah kesederhanaan menghadirkan cinta yang sangat abadi. Tidak ada yang paling fakir saat itu diantara keluarga nabi kecuali keluarga sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Azzahra RA. bahkan pernah hasan putra Sayyidah Fatimah  pingsan karena saking laparnya.

Saat selesai perang badar, datang fatimah pada nabi meminta budak (PRT) sekedar membantu menimba air dan mengaduk tepung gandum. karena fatimah lelah dan miskin. suaminya Ali tidak bisa membayar siapapun untuk membantu pekerjaan rumah.  dia berfikir mungkin ayahnya (nabi muhammad) akan memberinya solusi terbaik.maka berceritalah Fatimah pada Nabi menyoal kesusahannya.

Nabi menjawab bahwa nabi tidak bisa memberi apa-apa kala itu, ditawarkanlah fatimah solusi yang lebih baik menurut nabi. Fatimah diminta melakukan sebuah amalan.  Yakni sebelum tidur malam bacalah Subhanallah 33x, Alhamdllah 33x dan Allahu akbar 33x. 

Sayyidah Fatimah RA sangat sibuk dan sering sakit. mulai mengurus anak-anak, menggiling biji-biji gandum lalu mengayaknya untuk membuat adonan roti. Sedangkan sejak kecil tubuh Fatimah sering sakit. Badannya pun kurus karenanya. Ia merasa kelelahan hingga tangannya pecah-pecah akibat terkena alat penumbuk gandum. 

Bagi kita mungkin ini hadist yang nggak nyambung. ada orang capek minta solusi malah dikasih amalan zikir. padahal maksud dibalik itu sebenarnya adalah jika hati kita berzikir, beban badan jadi ringan. Berapa banyak orang kaya raya yang banyak pembantu dirumahnya tapi kok masih strees? sering mengeluh? jawabanya adalah karena hati yang tak berzikir. 

Sejak saat itu, Fatimah mengamalkan dzikir tersebut hingga akhir hayat. Tak pernah lagi Fatimah meminta pembantu. Tak lagi ia mengeluh atas keletihan yang menderanya. Padahal sebagai putri Rasulullah, bisa saja Fatimah ngotot minta pelayan. Toh, siapa yang berani menolak jika Rasulullah memerintahkan seorang budak untuk membantu Fatimah?

tapi nabi memilihkan jalan yang berbeda untuk putrinya, sampai sampai harini kita bisa ambil terus nilai dan hikmahnya. andaikata waktu itu nabi lantas menuruti permintaan Sayyidah Fatimah, maka harini kita tidak akan belajar apa apa. 

Anda wahai wanita, Dibandingkan sayyidah Fatimah RA, alangkah nyaman hidup anda sekarang. Tak perlu repot-repot menggiling biji gandum, swalayan bertebaran menyajikan aneka roti yang kita inginkan. Siapalah di antara kita yang masih tidur beralaskan tikar yang koyak? Kasur kapas pun kini terlalu sederhana. Tak perlu repot-repot mencuci gunungan baju kotor, mesin cuci dijual dengan harga yang terjangkau. Pilihan lain? Laundry berdiri di mana-mana, lengkap dengan jasa setrika. Yang tak sempat masak? Catering di mana-mana. Tinggal calling, pesanan pun datang. warung-warung makan pun bersebaran, tinggal pilih mana yang sesuai selera.

Tapi, mengapa kita masih sering mengeluh? silahkan dijawab sendiri!

sebagai penutup,

saya ajak anda memperhatikan bagaimana Sayyidah Fatimah Azzahra membangun sikapnya. beliau sangat terbatas, sangat sederhana, tapi luar biasa tabah dalam kehidupan, 

anehnya… baju beliau masih ada utuh sampai sekarang di museum topkapi istanbul turki. 

Hei anda yang mencari kehidupan dunia, 

yang pakaiannya selalu gonta ganti. 

hei anda yang bahkan lemarinya penuh dengan baju yang tidak terpakai. tanya pada diri anda!!,  berapa lama pakaian anda bisa abadi sampai jadi pelajaran untuk generasi yang akan datang? adakah baju anda bertahan 10 tahun? dan akan dikenang bahkan oleh seseorang saja?

Sayyidah fatimah lewat 15 abad sampai sekarang pakaiannya masih ada utuh. cinta yang dilandasi dengan ikhlas dan penuh kesetiaan, itu yang menghadirkan kisah cinta abadi Sayyidah Fatimah dan Sayyidina Ali di masa depan sebagai inspirasi.

moga 10 malam terakhir ramadhan kita ini benar benar berkualitas ibadahnya, bukan belanjaannya. inshallah…

#MBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *