Kelanjutan Kasus bang Novel Baswedan di 2019

Kesimpulan dari episode terbaru kasus Novel Baswedan adalah….????

“yang paling disegani dinegeri ini ternyata bukan kapolri apalagi presiden, tapi penyidik KPK”

Rasa was wasnya mirip sekali seperti saya nunggu “one punch man” session ke 3 yang entah kapan rilis. mungkin pembuat anime asal jepang itu masih mikir bagaimana olah cerita bisa lebih menarik karena di session ke2 saja udah bikin para fans greget setengah mati oleh saitama. 

Kenyataanya, walau team gabungan TGPF yang katanya “keren” sudah dibentuk dan berjalan berbulan-bulan untuk cari pelaku penyiram air keras ke pak novel, tapi  masih saja TGPF minta waktu tambahan karena kasusnya ga kelar2. 

tanya kenapa??

Pada pertengahan tahun ini, justru team dari indonesia leages menemukan bukti rekaman CCTV berisi momen perusakan bukti buku merah oleh 2 oknum KPK dari unsur polisi, perusakan alat bukti penting ini diduga karena berisi nama Kaporli Tito Karnavian. harap diingat bahwa buku merah adalah barang bukti yang disita oleh KPK dari kasus suap uji materi undang undang peternakan hewan. didalam buku merah itu, Kaporli Tito adalah salah satu pejabat publik yang namanya tercantum sebagai penerima aliran dana suap saat beliau menjabat sebagai  kapolda metro jaya. 

tentu belum ada bukti kuat untuk ini, tapi setelah di konfirmasi secara langsung, jenderal Tito malah enggan menjawab.  anehnya setelah laporan indonesian leages ini dirilis, polisi malah menyita buku merah dan kasus itu hilang ditengah hiruk pikuk pengalihan isu lainnya. team TGPF yang mengabaikan buku merah itu dipertanyakan banyak pihak. ada petunjuk yang mendekati akhir dari penyelesaian kasus ini, kok malah diabaikan. alih alih menelusuri bukti ini, TGPF lebih asik meminta tambahan waktu kepada presiden.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *