KELUARGA TERBELAKANG

By Muhammad Bahauddin Amin

NEGARA MAJU, BANYAK ATURAN. NEGARA TERBELAKANG. GA ADA ATURAN. Pernah penasaran kenapa di jepang bisa bersih banget?

karena ada aturan. apakah aturan saja cukup? tentu tidak. karena ada sanksi maka orang jadi jera.

Jika anda membuang sampah sembarangan di inggris, anda akan didenda senilai 150 poundsterling atau setara Rp 3 juta. jika anda membuang sampah sembarangan di singapura anda akan didenda 500DS setara Rp 5 juta. Dihongkong ada denda 1,500DH setara Rp2,2juta untuk pelanggar pembuang sampah dan di jerman anda didenda 25 euro atau senilai 500ribu rupiah. terakhir dijepang anda didenda 1000 yen atau senilai Rp 150rb. 

eh..kok dijepang dendanya ga gede ya? karena habit buang sampah bukan dibentuk dari sanksi saja. tapi dari rumah. tiap anak yang dilahirkan di keluarga manapun dijepang sudah pasti dibekali dengan skill satu ini. buang sampah pada tempatnya. bagi mereka mungkin “bersih adalah sebagian dari iman”. mungkin lho ya..btw indonesia apa kabar? huhu

indonesia aman kok. sama seperti inggris, hongkong, atau jerman, kabar baiknya indonesia bisa berubah melalui aturan dan sanksi yang benar. apakah bisa? saya jawab bisa. buktinya orang indo kalau ke singapura mereka bisa bersih juga kok. kalau orang indo ke jepang mereka terbukti bisa bersih juga. ya kalau balik indo kembali jadi jorok itu beda urusan lha (indo banget haha). intinya kalau ke negara yang ada aturan, tiba-tiba orang indo itu bisa berubah lha. sepakat?

nah kita balik soal aturan dan sanksi tadi. di indo apakah aturannya ada? setahu saya kalau aturan tentang pengelolaan sampah yang tidak benar ada. dan dendanya sampai milyar untuk korporasi. untuk personal saya belum nemu. kalau perda banyak lha. di jayapura sempat saya baca papan bertuliskan denda 10juta bagi pembuang sampah sembarangan 3-4 tahun lalu. di jakarta  ada Perda Nomor 3 Tahun 2013. Sanksi soal membuang sampah tertuang dalam pasal 130 Ayat 1 perda tersebut Denda maksimal bagi warga yang membuang sampah sembarangan yang ditetapkan dalam perda ini yakni Rp 500.000.

ok sip, aturan sudah ada. lalu masalahnya dimana? kok tetap kotor ya? mungkin karena sanksi tidak ada. mohon maaf, tapi aturan sebagus apapun kalau hanya gertak sambal ya orang jadi kebal. apalagi kalau aturannya ga jelas. so sanksi itu penting. bahkan kalau negara dikelola dengan baik, aturan ga jelas pun warganya tetap berhati-hati karena tahu sanksi itu selalu ada, selalu tegas.  

hidup bersih itu ga bisa cuma andalkan menunggu kesadaran. hellow..emang udah terbukti dimana? nunggu kesadaran? kalau emang nunggu kesadaran itu ada, masa puluhan tahun masih sama saja. masa kantin jujur program pemporov DKI pada tutup semua. yang ada malah membuat warganya terbiasa hidup  bar bar. bukti ya kalau kita ini bar bar. apa reaksi orang indo ketika dengar bahwa disingapura penerobos lampu merah akan didenda Rp 4,2juta, meludah sembarangan didenda Rp10juta, merokok di tempat umum didenda 10juta. orang indo yang dengar aturan ini akan bilang “mereka terlalu lebay”. ini tanda kita ini bar bar. terbiasa ga ada aturan, jadi ngelihat aturan baik untuk semua orang dianggap lebay. kebebasan itu hak. tapi ingat, kebebasan kita bersinggungan sama kebebasan orang lain. kalau kita merasa bebas merokok dimana saja, jangan lupa ada orang juga yang merasa harus bebas hirup udara bersih dimana saja. singapura tidak hanya menerapkan aturan, tapi juga detil terhadap sanksi. itu yang membuat mereka menjadi negara maju. cirinya apa? ya banyak aturan.  

anda boleh tidak setuju, tapi hanya menunggu kesadaran tidak akan membuahkan hasil. harus ada aturan dan sanksi barulah perubahan itu bisa terjadi. 

anak saya (7 tahun) pernah nanya “kenapa aku tidak boleh masuk main dirumah orang tapi teman aku boleh?” atau “kenapa teman aku boleh jajan tapi aku tidak?” atau “kenapa aku harus pulang main tepat jam 5, yang lain masih main sampai gelap?” dirumah kami ada aturan, ada sanksi. anak begitu takut melanggar karena sanksinya cukup serius. misal ya kalau melanggar tidak boleh main lagi selama seminggu. bagi mereka itu kiamat. 

balik ke pertanyaan anak saya diatas. orang tua less-skill yang kalah vocab sama anaknya akan jawab “pokoknya ikut saja”. saya alhamdulillah ortu dengan skill. ga mau kalah vocab sama anak. saya jawab saja dengan enak 

“keluarga kita beda ma mereka. lihat saja wajahnya, apakah sama? beda kan. alamat rumahnya saja beda. aturan rumah juga beda donk. kenapa memangnya harus sama? coba kamu jawab!” dia bengong dan terpaksa menerima hahahaha

untuk anak yang udah baligh nanya pertanyaan yang sama, jawabannya harus seperti ini:

“negara maju punya banyak aturan. negara terbelakang tidak punya banyak aturan apalagi sanksi. keluarga kita keluarga maju nak…titik”

pejelasannya cukup disitu saja. jangan dilanjutkan. anak itu terlalu jujur. latih mereka tentang manner setelah punya info seperti ini. kalau salah cara jelasin, bisa-bisa setelah dia dapat penjelasan dari kita tahu tahu dia udah melengos ke tetangga dan ngomong “om,om kata papa, om keluarga terbelakang ya???” 

wkwkwkwk 🙀🙀🙀🙀🏃‍♂️🏃‍♂️

#MBApapua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *