STREES NYA ANAK-ANAK

By Muhammad Bahauddin Amin

apa anak anak bisa stress? ada pertanyaan di  inbox FB seperti ini. baik kita coba jawab dikit. 

stress adalah kondisi dimana kapasitas tidak sebanding dengan impian atau definisi lainnya adalah ketika kemampuan menyelesaikan masalah lebih rendah dari kecepatan masalah yang datang. contoh defisini pertama misal; pengen mobil baru, tapi tabungan ga cukup.   stress? bisa tidak bisa iya. 

contoh definisi kedua; dia hanya mampu selesaikan 2 masalah perhari. tapi msalah yang datang 3 sehari. artinya dalam seminggu dia surplus 7 masalah menumpuk yang belum kelar. stress? bisa tidak bisa iya. 

kenapa saya bilang bisa iya bisa tidak? karena tergantung pendidikan orang. orang yang dididik untuk melihat maslah sebagai peluang naik kelas, sebagai tanda sayang tuhan sama dia dll bla bla (bisa baca di buku motivasi apa saja. berserak serak pembahasan ginian, tinggal mau belajar atau tidak), maka mungkin dia tidak stress. sebaliknya bisa ada yang stress hanya gara gara makan siangnya diambil orang. 

kembali ke anak, mereka juga punya semua komponen itu. 

ingin ada, kapasitas ada, pikiran ada, stress bisa jadi ada juga donk. bedanya anak itu masih lebih banyak dipangaruhi urusan hidupnya oleh irang tua. jadi??

ya jadi klw ada anak stress, mungkin lho ya mungkin, tersangka utama ya orang tua. 

kemungkinan anak stress;

1. terlalu sibuk untuk urusan yang belum tentu dia suka. memang sih tidak semua yang kita suka itu baik, tapi kalau semua hidup anak itu hanya penuh dengan sesuatu yang tidak dia suka, kan ga asik juga bro…”Yaelah hidup kok gini amat” Pikir si anak..wkwk ngakak 

anak SD jaman sekarang kelas 1 pulang jam 3 sore. bawa buku tebal. PR banyak. udah gitu belum lagi les sana sini. jadwalnya bisa ngalahin PNS. siapa yang atur gitu? orang tuanya. 

2. terlalu banyak tuntutan. kutip quote guru saya mas Ronny F ronodirdjo. “anak bukanlah orang dewasa dalam tubuh kecil”.

ga perlu saya jelaskan lha. silahkan ambil hikmah sendiri dalam dalam. intinya kalau kita terlalu nuntut anak anak sebaik kita, artinya yang anak anak sebenarnya adalah kita sendiri (baca;kekanak kanakan)

3. selebihnya, pengalaman saya layani konseling hampir 10 tahun, biasanya adalah masalah asmara. yang sebenarnya malas banget saya ladeni. karena lebaynya biasanya ikut trend film dijaman itu. beda beda lha…singkat kata itu hasil ngaruh ke tontonnan. 

so melihat semua itu, Zafira (bidadariku yang jarang fotonya saya post karena menjaga dia dari ‘ain wkwkwk) saya putuskan untuk homeschooling saja. sekolahnya santai, matpelnya dipilih yang dia butuh saja, orientasinya bisa diatur agar lebih takut dan kenal sama Rabbnya, waktu sama ortu banyak, dan tentu saja nggak bikin dia stress.  

Bukannya su’uzon,  tapi sekolah bukan hanya tempat belajaR lho.. Segala hal bisa terjadi disana.  Banyak yg baik,  banyak juga yang ga baik.

Bukannya pesimis,  tapi belajar .banyak matpel pun belum tentu semuanya terpakai didunia nyata nanti. Murid dipaksa kuasai banyak bidang, gurunya sendiri hanya bisa satu bidang.  ga berani bilang salah ntar kena delik di rezim ini, saya pilih kata “unik” saja wkwkwk

Bukannya takut,  tapi dimana mana saat ini anak selalu jadi sasaran bully dan kejahatan. 

Bukannya kurang gaul,  tapi Nyatanya memang kebutuhan pergaulan utama anak anak bukan ke teman2 nya apalagi gadget,  tapi utama saat ini adalah pergaulan paling mesra dengan ayah ibu dan dengan RabbnyA.  Tenang saja,  ada waktunya dia nanti bergaul dengan adab dan santun kok.  

Karena anak adalah project orang tuanya,  so mudah saja mengenali seseorang.  Kenalan saja sama anaknya.  Nnti juga kamu bakal tahu.   Dimana level ayah ibunya.  

Pilihan saat ini homeschooling. Bukannya pesimis sama sekolah formal,  ini hanya soal pilihan. Homeschooling berbasis adab jadi salah satu pilihan kami saat ini.  Fokus kedua adalah mengenal dan menghafal quran,  lalu terakhir barulah urusan skill dunia.  Adab jadi modal utama dia nanti bergaul dan berkarya

Sedih klw hafal quran tapi adab buruk.  Adab-hafiz-dokter.  Ini jenjang zafira saat ini. dia yang mau lho ya. kami hanya memfasilitasi. 

Inshallah usia  kelas 3sd nanti , mulai fokus biologi manusia sebagai  dasar kedokteran nya kelak.  Naik SMP ikut Ujian paket “A” nggak masalah.  Usia SMP mungkin dia udah mahir biologi dan lanjut biokimia. Usia SMA,  sambil selesaikan hafalan qur’annya,  kita bantu cari fasilitas belajar ilmu kedokteran swasta.

oh ya tambahan..no gadget sampai SMA. 

dan full luangin waktu untuk dia sampai minimal usia 13 tahun. karena biasanya bapak2 atau ibu2 itu suka sok sibuk sama urusan mereka dan lupa nemenin anak. padahal yang disibuki biasanya ga penting2 amat untuk dunia apaagi akhirat. eh pas udah tua, mau main sama anaknya, anaknya udah sibuk sama urusannya. nyeseknya tuh disini …wkwkwk

salam perubahan

#MBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *