GAJI 10 JUTA

By Muhamamd Bahauddin Amin

Alhamdulillah bangga lulusan USTJ kampus jayapura. gaji pertama saya memang diatas 10juta 2009 waktu itu. tapi itu langsung ke rek ibu semuanya dan  itupun gaji dari kantor punya sendiri. bukan kantor punya orang.  itu pub juga sebelum wisuda 8 tahun lalu. artinya saya udah berkarir sebelum diwisuda dengan gaji lumayan waktu itu. 

fresh graduate jaman sekarang, kalau dia bangga sama almamaternya itu sah sah saja, trus melamar di perusahaan orang yang perusahaan itu dirintis susah payah hingga bisa gede, dan si fresh graduate minta gaji gede karena alasan almamater (padahal hanya melamar sebagai karyawan…karyawan lho), kami yang lulusan 5-10 tahun lalu ini hanya bisa maklum saja dan nyengir2. hidup memang butuh hiburan. nah ini salah satu yang menghibur. . 

mungkin memang mental anak anak jaman sekarang makin jongkok. dulu pernah baca sebuah penelitian yang mengatakan orang kaya asia rata rata hanya mampu betahan 3 generasi. si fresh graduate diatas itu mungkin generasi kedua. simak dibawah ini:

generasi pertama itu kaya raya, baik hati, tidak sombong, pekerja keras dan ramah. dia tidak hanya kaya, tapi punya personal quality yang good karena dia membangun dirinya dari nol. 

generasi kedua adalah anak nya. kaya, tapi biasanya bad pesonality. sombong, hanya bisa hambur duit dan sulit menghargai orang lain.  padahal dia lupa, bapaknya kaya karena susah payah membangun hubungan baik dengan semua orang yang penting, hal ini tidak dia teruskan. 

generasi ketiga, biasanya kembali miskin. karena boros dan sombong. dan mulai lagi dari nol. mungkin nanti akan tumbuh lagi pribadi kaya dan rendah hati dari sini. 

pegang ini ya, ini selalu saya sampaikan di setiap kesemptan seminar bisnis saya. anak kaya belum tentu jadi bapak kaya. KENAPA? karena bisa jadi ayahnya cuma kasih harta ke anaknya, belum tentu dwariskan juga mental kaya. kaya itu soal mental, bukan banyak gaya. orang orang yang super kaya yang saya temui disini justru tidak suka gaya. lebih terlihat sederhana, malah ada yang seperti tukang ojek. salah satunya saya temui waktu kami meeting dengan salah satu calon investor kami di bandung 3 bulan lalu. janjian meeting jam 7 malam, saya baru tiba bandung jam 12 malam. beliau (investor yang super kaya tadi) datang ke resto 24 jam hanya pakai celana betis, jaket dan diantar ojek. benar benar sulit dibedakan mana ojek mana penumpang. kekayaannya triliun. mau gaya pasti bisa donk. 

yang banyak gaya malah kebanyakan yang saya tahu malah hanya pura2 kaya. kalau ga kredit ya fasilitas orang tua.  

kesimpulan? 

udah ga usah dibully, apalagi dicari itu tulisan siapa. ambil hikmah moga kita atau anak kita ga seperti dia. doain saja moga dia segera kembali ke jalan pikiran yang benar. sebelum diazab 😁😁

MBA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *