SOP ANAK TANTRUM

oleh Muhammad Bahauddin Amin 

Rewel adalah hal normal. orang dewasa juga sering rewel :). tapi kalau rewelnya itu karena hasil latihan oleh orang tuanya, maka rewelnya bisa sampai pada level yang ajaib. saya sebut ajaib karena sungguh aneh. ortu banyak yang jadi pelaku, tapi pura2 lupa ingatan kalau diminta ngaku. coba anda jawab, dari mana mereka belajar rewel hingga bisa memaki orang tuanya? berteriak? memukul orang tua? atau bahkan sampai membenturkan kepala ke dinding hanya untuk mendapatkan perhatian. kecil-kecil udah jadi terorist ya. kalau saya lihat ginian, yang bikin saya gemes bukan anaknya, tapi ortunya. karena ini adalah hasil latihan dari orang tuanya. jika saja orang tuanya fullskill, anak akan rewel secara terukur. kalau tidak setuju gpp, tapi coba ingat-ingat deh, siapa tahu pas ingat2 langsung tepok jidat dan segera insyaf ya. kita lanjut!

ortu unskill melatih anaknya menjadi tantrum. ilustrasinya seperti ini. suatu hari sebut saja mawar pengen es krim. lalu minta duit ke mamanya, mamanya jawab “minta ke papa”. lalu mawar ke papa dan bilang “pa minta uang mau eskrim”. papanya ngasih dan saat itu juga otak mawar merekam dua hal:

1. kenikmatan es krim itu datang instan

2. kalau mau nikmat lagi jangan ke mama, ke papa saja

so karena anak adalah pembelajar yang handal, besok ketika tukang es krim lewat depan rumah, mawar akan langsung ke papanya. memotong rantai birokrasi yang tidak perlu karena dia tahu ke mamanya tidak berguna. lalu papanya kasih. mawar kembali dapat kenikmatan. 

tapi papanya mulai sadar, bahwa ini sudah terlalu sering. akhirnya suatu hari papanya menolak memberi uang dan mawarpun mencari cara lain. dia merengek. papanya kasihan dan memberi uang. mawar belajar hal baru disini, bahwa jika minta biasa tidak dikasih, kita harus meningkatkan cara. 

kata albert enstein, 

“insanity is doing the same things, but expecting different result”, orang gila adalah orang yang mau hasil sama tapi caranya selalu sama. see? anak kecil saja paham hal ini. tingkatan belajar mereka naik terus, tergantung rangsangan ortunya positif atau negatif.

besoknya ketika mawar gagal minta duit dengan cara biasa, dia akan merengek, karena dia paham, ini cara yang terbukti berhasil. tapi suatu saat di Mal, papanya tidak ngasih dengan rengekan, maka mawar mulai  mencoba cara baru yaitu guling2 di lantai mal dan diliatin orang banyak. papanya karena malu akhirnya memberi uang. mawar belajar hal baru lagi. guling2 adalah cara terbaik. karena papanya mulai sadar ini sudah tidak sehat, maka papanya mulai tegas dan tidak memberi uang lagi untuk es krim yang berlebihan. tapi mawar sudah terlanjur banyak belajar, dia akhirnya berkata kasar, teriak dan membenturkan kepalanya ke dinding hingga akhirnya papanya luluh. sampai titik ini, mawar belajar banyak hal, papanya tidak belajar apa2. moga ini bukan anda ya!

OK, Sudah paham kan? kalau ada orang dewasa usia 25 tahun yang suka sekali meneror orang disekitarnya misalnya “tolong naikkan gaji saya pak, kalau tidak saya akan bunuh diri”, biasanya ini hasil didikan orang tua. anak2 ini tidak terdidik untuk memprovokasi dirinya agar menjadi lebih baik dan membuat orang lain suka, tapi memilih meneror orang lain agar menerima kelemahan dirinya. jangan bilang saya alay, orang jenis ini banyak. bergaulah lebih luas agar anda belajar dari orang2 sekitar anda. selalu ada sangkutan masa lalu yang membentuk orang dimasa sekarang. 

cukup ya. kita langsung saja bahas SOPnya. biar segera praktek dirumah masing2. ini sudah saya pakai 2-3  tahun lalu dan berhasil. kuncinya ada dua. pertama ajari mereka bahwa sedih itu boleh dan bukan sebagai alat meneror. kedua segera putus rantai tantrumnya sebelum sampai ke level ajaib. sebagai gantinya, latih dengan pola belajar yang lebih memberdayakan. begini skemanya:

1. selama tidak merusak barang, tidak melukai diri, tidak melukai orang lain, biarkan mereka ngamuk sampai capek. ingat ya, hape saja bisa lowbat, anak juga gitu. sekuat-kuatnya mereka ngamuk, ada waktunya mereka capek dan lapar. tugas kita cukup tinggalkan dan cuekin. semakin anda perhatikan, anak merasa bahwa rewelnya dia ngefek. semakin kita cuekin, dia akan merasa usaha ini sia2 dan tidak perlu dia lakukan dimasa depan. tujuan anak ngamuk adalah dapat perhatian ortu. kalau ortunya cuek, anak dapat pelajaran berharga bahwa ngamuk tidak ada gunanya. saat dia bingung cara apa yang bisa membuat ortu perhatian pada anak, maka saat itu kesempatan ortu ngasih sugesti (ada di poin 5)

2. Buat hitungan khas anda. dan selalu pakai kapanpun anda butuh. so kapanpun anda mulai hitung, anak akan langsung tahu bahwa ortu serius. jangan sekali-kali membuat hitungan ini jadi mainan. karena anak akan merasa bahwa itu tidak serius. misalnya “papa hitung sampai 5, semua mainan sudah harus rapih. jika tidak , maka yang tertinggal dilantai akan dibuang” setelah itu cek dan jika ada yang tertinggal maka bersyukurlah anda. ini adalah momen belajar anak yang penting. ambil pelan2, pastikan dia lihat, masukkan dengan anggun ketempat sampah, biarkan dia sedih dan hancur hatinya. lihat ya, mulai detik itu dia akan tobat, bat, bat…

3. Saat ngamuk, tinggalkan saja. tapi tetap diawasi. di Mal misalnya, jangan malu dilihat orang. lebih baik anda korban sebentar, tapi berhasil kedepan. buat apa anda jaim depan orang yang bahkan anda ga kenal, tapi anak anda hancur lebur mentalnya. kalau diliatin orang bilang saja “saya lagi terapy anak saya, jangan ikut campur”. 

ingat ya jangan mengancam tapi tidak dilakukan. anak akan merekam ini dikepala mereka. sekali anda bilang sesuatu, maka lakukan. misalnya “mama tinggalkan kamu disini kalau masih rewel, mama hitung sampai 5”. dia masih rewel? tinggalkan beneran, perlihatkan anda punya ketegasan yang mengerikan. kalau perlu titip di sekurity mal. kembali jemput kalau dia sudah tenang. anak akan trauma dan belajar bahwa orang tuanya ini serius, so kedepan dia ga berani lagi rewel. 

kalau ngamuknya dirumah, seret keluar rumah. lebih extreem kalau dia ngamuk malam hari, keluarkan sampai ke teras rumah dan matikan lampu. situasi mencekam akan bikin anak cepat belajar sesuatu. durasinya sesuaikan dengan umur anak. kalau dia usia 5 tahun, maka tinggalkan sendirian diluar selama 5 menit saja. contoh kasus, anak belum mau tidur padahal udah jam 9 malam. beri peringatan hitung  1 sampai 5. setelah itu jika masih ngeyel, maka seret dan tinggalkan diluar. kalau dia ketakutan diluar dan teriak ketakukan, anda harusnya happy. artinya terapy anda berhasil. tunggu 5 menit dan buka pintu lalu tanyakan “sudah bisa ikut aturan? kalau belum silahkan diluar saja!”.  yang susah kalau anak justru senang diluar dan tidak peduli dengan anda. ini yang repot, jadi anda harusnya senang kalau anak itu makin ketakutan. karena ini artinya terapy anda memberi efek ke anak. tipsnya sederhana, anda harus TEGA(S)

4. jika ngamuknya merusak barang, hukum dengan mengurangi uang jajan atau snack timenya. dan ini harus dilakukan. kalau anda lembek, merasa kasihan, mereka sekali-kali gpp, maka anak akan merekam gpp melakukan kesalahan. “toh mama baik ga bakalan hukum”. jika anda mau begini terus, ya silahkan sj. tapi ingat ya, anak dibawah 10 tahun masih mudah anda bentuk. kalau sudah 15 tahun baru anda paksa bentuk yang ada mereka bengkok. mereka bisa saja melawan, atau bahkan memukul orang tuanya. karena badan dan pikiran mereka sudah gede. sudah pernah lihat anak nendang orang tua nya? bahkan membunuh orang tuanya? karena waktu ortunya masih kuat, anaknya tidak dibentuk. 

5. saat amarah sudah reda, ajak duduk. install apapun yang anda inginkan. misalnya bilang “mama akan perhatian ke kk, kalau kk nurut kata mama. kk akan dicuekin dan dihukum kalau kk tidak nurut mama”. nasehat hanya masuk saat anak tenang. jangan kasih nasehat kalau anak lagi emosi. cara kerja otaknya sedang dalam level berbeda. so perhatikan timing. setelah itu peluk cium. agar anak lupa habis dimarahin. 

saat saya praktek ke anak saya mulai 2-3 tahun lalu, mereka mulai berhenti merengek dan saya jadi jarang sekali dengar mereka nangis. mereka tetap akan nangis tapi tanpa suara. kalau bersuara itupun kalau kesakitan. jatuh atau dipukul. biasanya cuma minta peluk dan saya tanyakan apa masalahnya. sedih itu boleh ya moms. tapi ajarkan pada anak jangan jadikan sedih sebagai alat untuk meneror orang. 

setelah membaca ini, akan ada 2 jenis orang: 

jenis pertama akan mikir gini “ribet amat ya? banyak banget yang harus dilakukan”. 

orang jenis kedua akan mikir “gila, gw dapat banyak tools bagus”

anda sendiri ngerti lha ya, mana yang sukses. yang jelas, negara maju punya banyak aturan. di singapura, meludah saja ada aturannya. sebaliknya negara terbelakang ga punya banyak aturan. sama ya, keluarga maju punya banyak aturan. keluarga terbelakang, ga punya aturan didalam rumah. semua serba terserah. silahkan pilih!!

sekian. 
MBA, banten
www.bahauddin.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *