Bagaimana saya menyusun rencana belajar sekolah rumah anak usia 0-6 tahun

oleh: Muhammad Bahauddin Amin

Banyak yang bertanya ketika memilih Home-Schooling (HS) untuk anak-anak saya, bagaimana saya menyusun rencana belajar mereka dirumah? atau bahasa yang kita kenal didunia pendidikan sebagai kurikulum?

Kurikulum anak Home-Schooling (HS) tidak seribet yang anda bayangkan. justru ini menjadi tempat anda bersenang-senang bersama anak anda. anda bisa ajak mereka traveling setiap hari karena mereka tidak punya jadwal sekolah yang rutin. tentunya traveling yang juga ada belajar didalamnya. adapun tabel/video yang saya buat dan digunakan dirumah itu hanya sebagai panduan besar agar kami tidak salah dalam memutuskan aktifitas mana yang boleh sesuai usia. selebihnya murni kreatifitas dan sesuai kondisi anda dan keluarga. 

Artinya, menyusun kurikulum Home-Schooling (HS) bisa sangat-sangat bebas. anak sedang minat apa? anda punya waktu berapa banyak hari itu? dirumah ada alat bantu apa? anda punya budget berapa saat itu? itu semua sangat flexbile dan menentukan cara dan proses belajar anak dalam periode itu. 

Kalau ditanya bagaimana saya mengelola, Saya sendiri diawal akan memisahkan dahulu rancangan program belajar (kurikulum Home-Schooling) anak-anak saya dalam 3 fase berdasarkan usia:

1. usia 0-6 (bermain)

2. usia 7-11 (ibadah)

3. usia 12-18 (softskill)

Dari situ saya jadi paham garis besar apa saja yang mulai saya siapkan untuk anak-anak saya. fase satu adalah fase BERMAIN. sehingga kalau anda lihat di tabel infografisnya disini, itu semua hampir bermain semuanya juga kan. karena memang otak anak diusia ini butuh bermain, butuh bergerak, butuh sentuhan, butuh berkeringat lha intinya.

fase dua adalah usia 7-11 dimana dalam agama saya anak sudah mulai kita ajarkan beribadah seperti shalat, mengaji, baca-tulis-hitung dan juga menutup aurat. otak anak sudah siap untuk calistung saat fase ini.  

dan fase terakhir adalah masa dimana mungkin adalah momen terakhir kita menemani mereka untuk mempersiapkan mereka ke dunia yang mereka ingin geluti nantinya. softskill penting disini, pendalaman tauhid, kemampuan adaptasi dll dilatih dalam fase ini. usia 19 tahun anak sebaiknya dibiarkan berpisah dengan orang tua agar mereka diberi kesempatan menggunakan semua kebijaksaan dan keilmuan yang selama ini didapat untuk dipakai di dunia nyata. guru saya TDW pernah bilang “belajar tanpa jeda praktek hanya membuat hidup sia sia” 

untuk memahami apa yang saya susun dalam tabel itu, saya sarankan anda, Nonton terlebih dahulu video penjelasan saya dibawah untuk kemudian anda bisa lebih flexible dalam melihat tabel yang saya susun tersebut. 

Sebagai penutup, yang saya tulis dan lakukan disini adalah yang menurut saya cocok dengan keluarga saya. anda bebas merubah atau memodifikasi sesuai kebutuhan keluarga anda juga. karena banyaknya pertanyaan soal ini, akhirmya saya merapihkan perihal rangkuman rencana belajar anak saya yang saya sajikan dalam infografis dibawah inK

Poster ini boleh anda download dan print kemudian anda tempelkan dirumah sebagai pengingat keluarga. Saya sertakan juga link download resolusi tingginya dibawah untuk poster kurikulum dan poster daftar kemandirian. Banyak sekali kekurangan disana sini karena memang saya sendiri masih butuh banyak belajar soal pendidikan anak. tapi kurang lebih ini yang saya lakukan dan rencanakan untuk anak-anak kami. Tulisan selanjutnya saya akan bahas juga rencana aktifitas belajar rumah untuk anak usia 7-11 dan 12-19 tahun yang tentu saja berbeda bobotnya. 


terima kasih,
Muhammad Bahauddin Amin 
Banten 15 juni 2020