Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, membunuh sekitar 10 juta orang pada tahun 2020. Tapi kenapa orang di timur tengah memiliki tingkat kanker terendah di dunia?

Mereka memiliki tingkat kanker yang sangat rendah tetapi tingkat konsumsi gula yang sangat tinggi. Kita tahu gula adalah makanan untuk sel kanker. Lalu bagaimana mereka bisa punya rangking kanker yang rendah meskipun mengkonsumsi begitu banyak gula? bahkan sebenarnya timur tengah mengkonsumsi lebih banyak gula daripada hampir semua bagian dunia lainnya. Disatu sisi orang timur tengah punya masalah obesitas
Rata-rata kejadian kanker di seluruh dunia adalah 198/100.000 orang.
1. Arab saudi memiliki angka kejadian kanker 96/100.000.
2. Sudan 95/100.000.
3. Yaman 97/100.000.
4. Oman 104/100.000.
5. Qatar 107/100.000.
6. UEA 107/100.000.
7. dan Kuwait 116/100.000.
Mari kita bandingkan2:
8. Australia 452/100.000. Ini adalah negara dengan angka tertinggi.
9. Menyusul New Zealand 423/100.000.
10.Dan kemudian Amerika 352/100.000.
Jadi apa yang unik?
1. Rahasianya adalah Ramadhan. Negara timur tengah adalah negara nomor satu dalam urusan puasa. Puasa Ramadhan yang berlangsung selama satu bulan sepanjang tahun. Berpuasa setelah matahari terbit hingga matahari terbenam. Hal ini menghasilkan penurunan yang luar biasa dalam angka kesakitan kanker yang cukup luar biasa. Belum lagi puasa-puasa sunnah lainnya. Berikut beberapa fakta mengenai puasa:
· Pada tahun 2016, sebuah studi menyelidiki peran puasa malam jangka panjang dalam kekambuhan kanker payudara 36% lebih mungkin kekambuhan kanker payudara dibandingkan mereka yang berpuasa pada malam hari 13 jam atau lebih3
· Ada 10-50 kali lebih banyak reseptor insulin dalam sel kanker dibandingkan sel normal. Ini membuat sel kanker jauh lebih rakus akan glukosa. Itu sebabnya pemeriksaan dini kanker kita menggunakan metode PETSCAN, dimana pada pemeriksaan ini kita bisa tahu area tubuh mana yang terjadi metabolisme gula yang tinggi sehingga menjadi indikasi area kanker. Dan puasa artinya tidak ada gula yang masuk dan artinya sel kanker apapun menjadi lapar dan mati.
· Puasa juga merangsang mekanisme autophagy4 yang membantu mendaur ulang protein lama yang rusak atau mitokondria yang rusak. Kanker merusak mitokondria. Ketika mitokondria rusak, maka metabolisme tubuh juga bekerja dengan cara berbeda dalam urusan energi untuk glukosa. Jadi saat berpuasa, tubuh mendaur ulang mitokondria yang rusak yang akan menurunkan risiko kanker.
· Berpuasa meregenerasi sel-sel kekebalan baru yang memperkuat sistem Imun5. menghasilkan lebih banyak sel T-killer yang secara langsung membunuh sel kanker dan virus. Juga merangsang lebih banyak sel T pembantu yang secara tidak langsung juga mengurangi kanker dan mencegah penyebaran sel kanker. Puasa adalah salah satu anti peradangan yang paling ampuh yang akan mengurangi risiko penyebaran kanker. Berpuasa juga meningkatkan jaringan antioksidan tubuh yang benar-benar melindungi tubuh dari radikal bebas, kerusakan mitokondria.
Jadi kita kembali pada pertanyaan awal. Bagaimana negara arab bisa berada pada rangking kanker terendah didunia? Puasa adalah salah satu terapi tertua yang bahkan disebutkan oleh hippocrates. Salah satu kutipan yang menarik dari beliau adalah “makan saat sakit berarti memberi makan penyakitnya”. Itu sebabnya saat sakit nafsu makan menjadi rendah.
Dan negara Arab mayoritas menerapkan puasa lebih banyak daripada negara lainnya. Ada banyak jenis puasa yang dipahami oleh muslim. Ini menjadikan negara-negara arab adalah negara dengan penduduk paling banyak berpuasa dari negara manapun didunia. Bukan berarti tidak ada warga australia atau warga negara US yang berpuasa juga, tapi itu tidak akan sebanyak di negara-negara arab.
2. Rahasia kedua adalah rempah-rempah yang dimakan orang di timur tengah secara medis ternyata memiliki sifat anti kanker yang kuat seperti kunyit6, kapulaga7, kayu manis8, jinten, pala, safron9. Studi menunjukkan kunyit mengurangi peradangan dan sebagai anti-kanker. Cinnamon adalah agen terapi anti kanker dan mengatur kembali jalur apoptosis sel kanker. Kapulaga juga sebagai anti kanker dengan meningkatkan enzim tertentu sehingga meningkatkan kemampuan alami immun tubuh. Saffron memiliki toksisitas selektif terhadap sel kanker dengan menghambat sintesis RNA-DNA dan meningkatkan apotosis. Jinten hitam sebagai antiinflamasi, antibakteri, antihistamin dan anti kanker.
Dan semua rempah diatas pun ternyata memiliki sifat anti tumor dan anti kanker. Biji hitam, minyak zaitun, biji wijen dan kurma juga demikian. Kurma memang tidak cocok jika digunakan sebagai pendamping program menurunkan Berat badan atau yang sedang diet ketogenik, tetapi ada jenis fitonutrien dalam kurma yang memiliki sifat anti kanker.
3. Lebih dari 80% dari 1,3 miliar pengguna tembakau dunia tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada tahun 2020, 22,3% populasi global adalah perokok, 36,7% dari seluruh pria dan 7,8% wanita dunia11. Ini menjadi alasan ketiga kenapa negara arab sangat rendah dalam rangking kanker dunia, adalah karena penggunaan tembakau yang sangat rendah untuk wanita di timur tengah. Kenapa menggunakan ukuran wanita? Karena dinegara manapun wanita selalu minoritas dalam urusan rokok. Walaupun kita menambah wanita dan pria sekaligus, maka hasil rata-ratanya akan tetap dibawah karena jumlah wanita memang lebih banyak. Jadi saya kira sangat adil kita gunakan ukuran wanita saja. Ditambah lagi yang akan mengandung dan menjadikan kelainan genetik akibat rokok pada bayi itu kan wanita, bukan pria. kelainan genetik disini juga akan kita singgung sekilas pada bagian akhir tulisan ini.
Wanita di Irak yang merokok hanya 3%, 9% di yaman, 3% di kuwait, 2% di arab saudi, Oman 0,7% dan 0,8% dari seluruh populasi wanita di UAE. Angka-angka ini sangat tidak signifikan jika dibandingkan dengan wanita yang merokok di perancis misalnya mencapai 33%, atau jerman 26%.11 wanita yang merokok di Chili mencapai 40%, lebih dari dua kali rata-rata dunia dan kemudian serbia 41%.
Merokok sudah pasti meningkatkan resiko 22 kali lipat untuk kanker dan tumor. Rokok mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia berbeda, dan 70 di antaranya memiliki kaitan langsung dengan kanker. Bahkan vaping juga tetap dikaitkan dengan kanker usus besar dan paru-paru karena nikotin dan bahan kimia lainnya.
4. Rahasia terakhir adalah soal Alkohol. Alkohol dilarang di sebagian besar wilayah timur tengah. Minum alkohol meningkatkan risiko enam jenis kanker, maka jika Anda minum alkohol artinya memiliki lebih tinggi resiko untuk kanker hati dan juga daerah faring oral (daerah di belakang tenggorokan) dan juga termasuk bagian belakang lidah dan langit-langit atas mulut. Dan itu semua menjadi kasus terendah di negara arab karena alasan alkohol yang dilarang. Eropa barat, eropa utara dan amerika utara memiliki risiko tertinggi untuk kanker tersebut.
Lalu pertanyaannya, kenapa angka kejadian kankernya tidak NOL saja sekalian? Mereka tidak banyak merokok, alkohol sangat rendah, puasa lebih sering, makanan rempah penuh dengan zat aktif anti kanker. Lalu mengapa masih ada angka kejadian kanker?
Asumsi pertama bisa jadi karena konsumsi gula yang tinggi bahkan melebihi konsumsi mayoritas negara lain diluar negara-negara arab. Lebih dari 30% populasi arab mengalami obesitas12 dimana kita tahu obesitas juga meningkatkan resiko seseorang untuk kanker. Menurut riset mereka dengan obesitas akan memiliki kadar vitamin D yang sangat-sangat rendah13 bahkan 80% populasi kekurangan vitamin D. Vitamin D bertugas melindungi seseorang dari kanker dan mengurangi risikonya14.
Satu hal terakhir disebut polimorfisme. Yaitu kondisi di mana genetika atau gen diubah sedemikian rupa sehingga ada semacam cacat pada gen dan ada rasio yang lebih tinggi dari orang dengan genetik ini cacat pada reseptor vitamin D. Jika reseptor Anda rusak dan Anda tidak dapat menyerap vitamin D, maka anda akan kekurangan vitamin D.
Kesimpulannya, Bagaimana orang-orang di timur tengah berada pada rangking kanker terendah
Mereka rajin berpuasa. Ada puasa wajib ramadhan, dan juga puasa sunnah lainnya. Puasa membuat sel kanker kelaparan, mestimulasi autofagi, menciptakan sel imun baru, menurunkan inflamasi, dan menciptakan jaringan antioxidan.
Makanan mereka penuh dengan obat dan rempah alami. Kunyit, Kapulaga, Pala, Jintan, Kayu manis, Ketumbar, biji hitam, olive oil, biji wijen, kurma, dan lainnya adalah anti kanker yang kuat
Mereka sangat jarang merokok. Merokok dan vape berkaitan dengan resiko kanker
Mereka sangat jarang atau bahkan tidak sama sekali minum alkohol. Alkohol meningkatkan resiko 6 jenis kanker.
Dan beberapa asumsi kenapa angka kejadian kanker nya tidak lebih rendah lagi?Konsumsi gula yang cukup tinggi, Angka obesitas yang tinggi, Kekurangan vitamin D dan Polymorphism

Jadi sebenarnya, angka kesakitan kanker di timur tengah mungkin masih bisa diturunkan jika mereka mengkonsumsi lebih banyak vitamin D dan mengurangi lebih banyak konsumsi gula. Wallahu a’lamu bih
[Muhammad Bahauddin Amin, tangerang april 2023]
Referensi:
1. Mostafa A Arafa, Karim H Farhat. “Why cancer incidence in the Arab counties is much lower than other parts of the world?”. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/
2. Radu S. Australia has the highest cancer rates worldwide. https://www.usnews.com/news/best-countries/articles/2019-02-04/australia-has-thehighest-rates-of-cancer-worldwide-analysis-shows?fbclid=IwAR0H4TMKJga9IKj9kOBsKCXXi4b_0nsS6T77DPN9s0yJp4wAPKnpUDOv4yA Accessed Jan 2022
3. Marinac CR, Nelson SH, Breen CI, Hartman SJ, Natarajan L, Pierce JP, et al. Prolonged nightly fasting and breast cancer prognosis. JAMA Oncol. 2016;2(8):1049–55
4. https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/autofagi-saat-puasa/
5. What you need to know about fasting and cancer. https://www.cance rcenter.com/community/blog/2021/06/fasting-cancer. Accessed Jan 2022
6. Palatty PL, Azmidah A, Rao S, Jayachander D, Thilakchand KR, Rai MP, et al. Topical application of a sandal wood oil and turmeric based cream prevents radiodermatitis in head and neck cancer patients undergoing external beam radiotherapy: a pilot study. Br J Radiol. 2014;87(1038):20130490
7. Das I, Acharya A, Berry DL, Sen S, Williams E, Permaul E, et al. Antioxidative efects of the spice cardamom against non-melanoma skin cancer by modulating nuclear factor erythroid-2-related factor 2 and NF-κB signalling pathways. Br J Nutr. 2012;108(6):984–97
8. Sadeghi S, Davoodvandi A, Pourhanifeh MH, Sharif N, ArefNezhad R, Sahebnasagh R, et al. Anti-cancer efects of cinnamon: insights into its apoptosis efects. Eur J Med Chem. 2019;178:131–40.
9. Mir MA, Ganai SA, Mansoor S, Jan S, Mani P, Masoodi KZ, et al. Isolation, purifcation and characterization of naturally derived Crocetin beta-dglucosyl ester from Crocus sativus L. against breast cancer and its binding chemistry with ER-alpha/HDAC2. Saudi. J Biol Sci. 2020;27(3):975–84.
11.WHO REPORT ON THE GLOBAL TOBACCO EPIDEMIC 2021. https://apps. who.int/iris/bitstream/handle/10665/343287/9789240032095-eng.pdf Accessed Jan 2022.
13.Luh Putu Ratna Sundari. “DEFISIENSI VITAMIN D PADA OBESITAS”. Bagian Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. 2018
14.https://www.klikdokter.com/info-sehat/kanker/benarkah-defisit-vitamin-d-memicu-kanker